Monday, October 31, 2011

Letter from my sweet..


Ting. . tung. . ting. . tung. . !!!! bunyi alarmku terdengar keras sekali. Uhui. . selamat pagie semuanya, akhirnya tiba saatnya aku back to scool. . kangen pengen ketemu teman-teman nie. Lalu aku bergegas bangun, mandi, ganti baju, sarapan, and I’m ready. .!!!!!!!
Setibanya di sekolah aku langsung menuju ke papan pengumuman. Ternyata aku masuk di kelas XI Ipa 2. Setelah ku baca dengan detail, tertuliskan nama-nama yang tidak asing ku dengar. Ifa , Tyas, Marshel, Ahmi, Dwi, Vio and Ayu. Yach, mereka adalah teman-teman ku di saat aku kelas X.2. tidak lupa juga Anzil, dia adalah teman SDku saat aku berada di wongsorejo.Kami semua memasuki kelas baru, rasanya asing banget. Hanya sedikit diantaranya yang aku kenal.
Setelah beberapa hari bersekolah, kira-kira satu minggu, hanya iti-itu saja. Boring deh rasanya. Setelah proses KBM berjalan seperti biasanya, ada seorang cowok yang ku anggap beda dari yang lain. Saat aku memandang matanya, ada sepercik kilau yang baru kali ini aku temukan. Senyumnya dapat membuat hatiku luluh tak bersisa. Tutur katanya membuat siapa saja yang mendengar merasa nyaman berada disampingnya. Begitu banyak getaran-getaran yang ku rasakan saat bertemu dengannya. Oh my god. . ! ! aku ingin sekali mengenalnya. Bertegur sapa dengannya, bercanda gurau. Inikah yang dinamakan cinta. Hahaha. . . aku tidak tahu apa yang kini aku rasakan.
Hari demi hari ku lewati dengan kelas baruku ini. Aku kini telah mengerti siapa namanya. Adhi yach sebuah nama yang mungkin akan selamanya ku ingat. Aku mengetahui bagaimana  karakternya dari seorang teman yang pernah menjadi teman sekelasnya yaitu Anzil. Aku menceritakan isi hatiku padanya, bahwa aku menyukai Adhi temannya itu. Anzil berkata padaku bahwa aku harus berhati-hati dengan cowok yang bernama adhi itu. Dia adalah cowok yang hobinya dekat dengan semua cewek. And dia dikenal sebagai buaya darat. Aku hanya mengiyakan kata-kata temanku itu. Jujur, aku pengen banget kenal lebih jauh tentang dia.

Pada suatu ketika, aku gak ngerti tepatnya kapan. Si cowok itu minta no.ponselku. Ya ampun betapa senangnya hatiku, aku langsung memberikan no.ponselku itu. Hehe. . . dia tersenyum padaku.
Semakin lama aku semakin rindu padanya, dimana saja aku selalu ingat padanya. Di sekolah pun aku selalu mencuri-curi waktu untuk sekedar melihatnya. Pernah pada saat pelajaran B. Inggris, aku sengaja tidak mendengarkan guru yang mengajar karena saat itu aku sedang asyik melihat ke arahnya. Dan pada saat itu juga dia melihat ke arahku, tak lupa juga dia melempar senyumnya. Aku pun membalas senyum itu. Betapa senangnya hatiku saat dia tersenyum padaku. Setelah itu pelajaran berlangsung seperti biasanya. Oleh guru B. Inggris ku adhi disuruh ke depan kelas untuk melafalkan alphabet dalam B. Inggris dengan menggunakan nada yang seperti diajarkan di sekolah dasar dulu. Hehehe. . lucu sekali. Dia juga di temani oleh seorang teman perempuan bernama Ayu. Teet. . teeet. . . ! ! ! Bunyi bel pertanda pulang telah terdengar. Semua siswa berhamburan ingin cepat-cepat sampai di rumah, begitu juga dengan aku. Aku bergegas dengan cepat, karena perut ku sangat lapar.
Di rumah aku pun melaksanakan aktivitas selayaknya. Malam hari aku mendapatkan sebuah Short Message Service (SMS) dari nomer yang tidak ku kenal. Aku membalas SMS itu dan menanyakan siapa yang ada disana. Dan ternyata nomer itu membalas bahwa dia adalah seseorang yang tadi telah dipermalukan di depan kelas saat pelajaran B. Inggris. Aku sempat berfikir siapa gerangan yang ada di seberang sana. Apakah itu adhi, yach benar aku yakin bahwa yang SMS adalah adhi. Setelah aku bertanya padanya ternyata benar dia adalah adhi. Senang sekali hatiku mendapatkan SMS dari dia. Tidak terasa malam semakin larut, lalu aku pun pergi tidur. Hari ini aku senang sekali, semoga besok lebih menyenangkan lagi. Nice dream……^_^
Di sekolah aku bertemu dengannya, ya iyalah secara satu kelas gitu. Hehehe.. seperti biasa, dia melihat ke arahku dengan senyumnya yang begitu menawan. Aku juga memberikan senyuman termanisku. Saat istirahat, aku dan temanku pergi ke perpustakaan untuk melihat daftar buku yang akan ku beli. Selesai mencatat daftar buku, aku langsung kembali ke kelas. Setibanya di kelas dia langsung bertanya padaku buku apa saja yang sudah datang dan akupun mencatatkan daftar buku  itu untuknya. . .

Waktu pulang pun telah tiba, tidak sengaja aku melihat adhi dan mila teman sekelasku. Mereka sangat akrab sekali, sampai-sampai helm milik mila pun dibawakan oleh adhi. Aku berfikir bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih,  karena begitu akrabnya. Terbesit sedikit rasa cemburu di dalam hatiku. Tapi aku tidak begitu saja menyerah. Keesokan harinya aku bertanya pada anzil, apakan benar adhi dan mila adalah sepasang kekasih. Tapi anzil berkata bahwa mereka bukanlah sepasang kekasih. Hanya saja sebatas sahabat, karena saat kelas X dulu adhi dan mila pernah satu kelas dan mereka memang sangat akrab. Hupf. . .!!! Lega hati ini ketika mendengar kata-kata anzil tadi.
Semakin hari dia semakin dekat denganku. Lagi apa? Sudah makan? Sudah mandi? Sudah sholat?. . . . . Itu semua isi SMSnya padaku, perhatian sekali. Pernah suatu ketika saat aku ber-SMSan dengannya, dia meminta izin padaku untuk menelfon ku malam-malam. Aku sangat senang sekali dan aku memperbolehkan dia untuk menelfonku. Dia juga tidak segan-segan untuk mengantarkan aku pulang. Setelah beberapa hari, pernah dia mengalami suatu musibah. Sepulang dari sholat jum’at, dia menabrak seorang anak kecil yang bermain sepeda. Saat ku tanya mengapa sampai bisa seperti itu, dia menjawab bahwa saat mengendarai sepeda itu dia teringat aku. Ya ampun, memangnya sampai segitunya ya. Aku tidak tahu, kata-kata yang di ucapkannya itu tulus dari lubuk hatinya atau hanya bualannya semata. Tidak hanya itu, saat guru TIku memberikan tugas untuk membuat G-mail. Waktu itu I’m very confused, aku tidak tahu siapa yang mau membantuku. Karena aku tidak begitu bisa pelajaran TI. Aku teringat akan dia, tanpa basa-basi aku langsung saja minta bantuan adhi. Eh ternyata dia mau membantuku. . . Aku sangat senang sekali.
Tepatnya tanggal 01 Agustus 2008, aku mengerjakan tugas TIku dengan adhi di warnet (coconet). Aku di jemput olehnya sepulang jum’atan. Saat berada disana kami mengerjakan tugas sambil bercanda gurau. Setelah selesai mengerjakan kami langsung melihat video. Aku tidak tahu bahwa video yang di putar adalah video horror. Saat aku melihat layar computer, aku sangat terkejut sekali karena disana ada pocong yang loncat-loncat. Refleks aku langsung memeluk dia, aku sangat takut sekali. Keringat dingin bercucuran dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dia membalas pelukanku, dan aku baru ingat bahwa aku ada di pelukannya. Aku langsung melepas pelukanku dengan salah tingkah. Ya ampun malu banget rasanya. Tapi aku merasa damai sekali saat aku ada di pelukannya. Andai saja dia adalah kekasihku, mungkin aku akan tenang jika ada di pelukannya. Dia menoleh ke arahku yang sedari tadi menunduk karena malu. Dan dia bertanya padaku apakah aku sangat takut, aku pun menganggukkan kepalaku. Dia tersenyum padaku dan aku membalas senyumnya. Setelah itu dia menatap mataku sangat dalam, aku tidak mengerti. Lama dia menatapku, lalu dia membuka mulutnya. Dia berkata padaku bahwa dia ingin membicarakan sesuatu hal yang serius kepadaku. Aku pun mengangguk tanpa sedikit pun berpaling dari tatapannya. Hatiku sangat berdebar-debar menunggu dia berbicara. Aku sayang kamu dan maukah kamu jadi kekasihku. . itu kata-kata yang dia ucapkan padaku. Aku terkejut dan spontan menganggukkan kepalaku. Ternyata tidak sia-sia aku menyukai dan sayang padanya. Karena dia juga menyayangiku. Aku akan selalu mengingat moment special ini.
Tidak terasa aku telah menjalani hubunganku ini selama satu tahun. Meskipun banyak  cobaan dan rintangan yang selalu kami dapatkan. Tapi aku mencoba untuk sabar dan tegar. Karena dalam sebuah hubungan pasti akan selalu ada pahit dan manisnya. Dia adalah cinta sejatiku meskipun dia bukan pacar pertamaku. Aku menyayanginya, seperti aku menyayangi diriku sendiri. Bila kini dia tidak menyayangiku seperti dulu dan telah menemukan yang baru, aku rela. Aku rela sekali asalkan dia (orang yang ku sayangi) bahagia meskipun tidak denganku dan sedikit membuatku sakit.        

No comments:

Post a Comment