Monday, October 31, 2011

Otobiografi


Nama saya Ginanjar Adhi Pamungkas lahir di Banyuwangi, 23 September 1992. Saya anak ke 3 dari 3 bersaudara. Ayah saya seorang polri dan ibu saya sebagai ibu rumah tangga yang selalu menyayangi saya sejak kecil. Meskipun saya anak bungsu , bukan berarti saya dimanjakan oleh kedua orang tua saya.
Pada umur 5 tahun, saya sudah masuk ke TK Al Irsyad Lateng – Banyuwangi. Disana saya diajarkan bagaimana cara menulis dan membaca serta bertingkah laku baik terhadap semua orang. Disana pun saya juga belajar cara mengasah bakat yang saya miliki, yaitu menggambar. Saya pernah menjuarai lomba menggambar antar TK tingkat kabupaten. Serta lomba lari ambil bendera, namun hanya mendapatkan peringkat ke 2.
Saat memasuki umur 6 tahun dan lulus dari TK, saya masuk di Sekolah Dasar, tepatnya SD Negeri 1 Lateng. Pada saat pendaftaran siswa saya memberanikan diri untuk daftar sendiri tanpa ditemani orang tua. Ayah saya hanya mengantarkan saya dan tidak ikut membantu dalam proses pendaftaran. Menurutnya agar saya lebih mandiri nantinya. Sejak saat ittu saya sudah mulai belajar mandiri disetiap pekerjaan yang saya lakukan. Saat di SD, saya diajarkan cara berhitung, dan berbagai pengetahuan umum yang perlu diketahui oleh anak seumuran saya. Pengetahuan sosial pun tak luput diajarkan serta Pendidikan kewarganegaraan juga ikut meramaikan pelajaran saya. Namun entah mengapa pelajaran tersebut sering berganti dengan judul yang berbeda. Disana pun saya mulai belajar bergaul dengan banyak orang. Saat – saat itu saya suka sekali bermain, hampir seharian bila sedang asik bermain. Tiap minggu pun saya rutin berenang di Hotel Berlian Abadi bersama teman – teman sekelas meski jarak dari rumah saya lumayan jauh.
Setelah menempuh 6 tahun belajar di SD, saya melanjutkannya di jenjang SMP. Dimana saat itu saya dihadapkan dengan dua sekolah yang berbeda. Pertama saya disarankan untuk masuk di SMP N 1 Giri karena letaknya dekat dengan kantor ayah saya bekerja, namun saya pribadi ingin masuk di SMP N 1 Banyuwangi. Namun beberapa saat kemudian ada berita bahwa tempat ayah saya bekerja dipindah, ini membuad saya senang karena saya bisa masuk di SMP N 1 Banyuwangi yang saya inginkan. Saya memasuki jenjang SMP pada tahun 2004. Dan masa – masa SMP adalah yang terburuk dan terbaik bagi saya. Karena saya mulai mengenal komputer dan internet secara mendalam. Saya sempat kecanduan game online yang hampir membuat saya tidak naik kelas. Namun, sisi baiknya saya juga dapat menghasilkan uang dari bermain game tersebut yang bisa saya gunakan untuk membeli keperluan tambahan tanpa selalu merepotkan kedua orang tua saya.
Memasuki tahun 2007 dan saya sudah berumur 15 tahun, saya melanjutkan pendidikan di RSMANBI 1 Giri. Disana saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Dimulai dari mengenal teman yang asalnya dari kota lain sampai berbeda pulau hingga mempunyai teman dekat yang biasa disebut pacar. Di sana saya mulai fokus lagi dengan sekolah setelah di SMP saya habiskan dengan sering bermain game. Ini ditunjukkan dengan saya bisa masuk di kelas unggulan dan sempat mengikuti lomba OSN namun hanya sampai tingkat kabupaten.
Setelah menempuh wajib belajar 12 tahun banyuwangi, saya ingin meneruskan di perguruan tinggi di kota lain dengan alasan pendidikan di kota lain lebih baik dan terakreditasi. Dengan menempuh beberapa tes yang saya lakukan, pilihan terahir saya jatuh pada UM jurusan elektronika. Saya resmi masuk di Universitas Negeri Malang pada tahun 2010 di Fakultas Teknik Jurusan Pendidikan Teknik Elektro. Ini saya tempuh hingga sekarang di semester 3. Nantinya saya berharap saya bisa menjadi lulusan dengan nilai cumlaude dan menjadi pengajar yang bisa berkompetensi.

Just simple word..

# No happy love without existence of tear
# In me anxiety, you make calm me
# In sorrow of me, you amuse myself
# In me easiness, you laugh with me
# Nowadays I know like what that heaven
# Place which full of people
# Like you .............................
########### You are my SOULMATE #############

Lantunan hatiku...


 

ﺃ ﻠﻟﻬﻢ ﯿﺎ ﻗﺎ ﻀﻲ ﺍ ﺣﺎ ﺠﺎ ﺖ

ﺃ ﻠﻟﻬﻢ ﯿﺎ ﻛﺎ ﻓﻲ ﺍ ﻟﻤﻬﻤﺎ ﺖ

ﺃ ﻠﻟﻬﻢ ﯿﺎ ﺮﺍ ﻔﻊ ﺍﻟﺪ ﺭ ﺠﺎ ﺖ

ﺃ ﻠﻟﻬﻢ ﯿﺎ ﺪﺍ ﻔﻊ ﺍ ﻟﺒﻟﻴﺎ ﺖ

ﺃ ﻠﻟﻬﻢ ﯿﺎ ﻔﺤﻞ ﺍ ﻟﻤﺸﻛﻻ

ﺃ ﻠﻟﻬﻢ ﯿﺎ ﻤﺠﻴﺐ ﺍ ﻟﺩ ﻋ ﻮ ﺍ ﺖ

ﺃ ﻠﻟﻬﻢ ﯿﺎ ﺸﺎ ﻓﻲ ﺍ ﻻ ﻤﺮ ﺍ ﺾ

ﺃ ﻠﻟﻬﻢ ﯿﺎ ﺍ ﺮ ﺣﻢ ﺍ ﻠﺮ ﺍ ﺣﻤﻴﻦ

ﺃ ﻠﻟﻬﻢ ﺍ ﻓﺗﺢ ﻠﻲ ﻓﺗﻮ ﺡ ﺍ ﻠﻌﺎ ﺮ ﻓﻴﻥ

ﺻﺎﻲ ﺍ ﻠﻠﻪ ﻋﺎﻲ ﻤﺣﻤﺪ

Letter from my sweet..


Ting. . tung. . ting. . tung. . !!!! bunyi alarmku terdengar keras sekali. Uhui. . selamat pagie semuanya, akhirnya tiba saatnya aku back to scool. . kangen pengen ketemu teman-teman nie. Lalu aku bergegas bangun, mandi, ganti baju, sarapan, and I’m ready. .!!!!!!!
Setibanya di sekolah aku langsung menuju ke papan pengumuman. Ternyata aku masuk di kelas XI Ipa 2. Setelah ku baca dengan detail, tertuliskan nama-nama yang tidak asing ku dengar. Ifa , Tyas, Marshel, Ahmi, Dwi, Vio and Ayu. Yach, mereka adalah teman-teman ku di saat aku kelas X.2. tidak lupa juga Anzil, dia adalah teman SDku saat aku berada di wongsorejo.Kami semua memasuki kelas baru, rasanya asing banget. Hanya sedikit diantaranya yang aku kenal.
Setelah beberapa hari bersekolah, kira-kira satu minggu, hanya iti-itu saja. Boring deh rasanya. Setelah proses KBM berjalan seperti biasanya, ada seorang cowok yang ku anggap beda dari yang lain. Saat aku memandang matanya, ada sepercik kilau yang baru kali ini aku temukan. Senyumnya dapat membuat hatiku luluh tak bersisa. Tutur katanya membuat siapa saja yang mendengar merasa nyaman berada disampingnya. Begitu banyak getaran-getaran yang ku rasakan saat bertemu dengannya. Oh my god. . ! ! aku ingin sekali mengenalnya. Bertegur sapa dengannya, bercanda gurau. Inikah yang dinamakan cinta. Hahaha. . . aku tidak tahu apa yang kini aku rasakan.
Hari demi hari ku lewati dengan kelas baruku ini. Aku kini telah mengerti siapa namanya. Adhi yach sebuah nama yang mungkin akan selamanya ku ingat. Aku mengetahui bagaimana  karakternya dari seorang teman yang pernah menjadi teman sekelasnya yaitu Anzil. Aku menceritakan isi hatiku padanya, bahwa aku menyukai Adhi temannya itu. Anzil berkata padaku bahwa aku harus berhati-hati dengan cowok yang bernama adhi itu. Dia adalah cowok yang hobinya dekat dengan semua cewek. And dia dikenal sebagai buaya darat. Aku hanya mengiyakan kata-kata temanku itu. Jujur, aku pengen banget kenal lebih jauh tentang dia.

Pada suatu ketika, aku gak ngerti tepatnya kapan. Si cowok itu minta no.ponselku. Ya ampun betapa senangnya hatiku, aku langsung memberikan no.ponselku itu. Hehe. . . dia tersenyum padaku.
Semakin lama aku semakin rindu padanya, dimana saja aku selalu ingat padanya. Di sekolah pun aku selalu mencuri-curi waktu untuk sekedar melihatnya. Pernah pada saat pelajaran B. Inggris, aku sengaja tidak mendengarkan guru yang mengajar karena saat itu aku sedang asyik melihat ke arahnya. Dan pada saat itu juga dia melihat ke arahku, tak lupa juga dia melempar senyumnya. Aku pun membalas senyum itu. Betapa senangnya hatiku saat dia tersenyum padaku. Setelah itu pelajaran berlangsung seperti biasanya. Oleh guru B. Inggris ku adhi disuruh ke depan kelas untuk melafalkan alphabet dalam B. Inggris dengan menggunakan nada yang seperti diajarkan di sekolah dasar dulu. Hehehe. . lucu sekali. Dia juga di temani oleh seorang teman perempuan bernama Ayu. Teet. . teeet. . . ! ! ! Bunyi bel pertanda pulang telah terdengar. Semua siswa berhamburan ingin cepat-cepat sampai di rumah, begitu juga dengan aku. Aku bergegas dengan cepat, karena perut ku sangat lapar.
Di rumah aku pun melaksanakan aktivitas selayaknya. Malam hari aku mendapatkan sebuah Short Message Service (SMS) dari nomer yang tidak ku kenal. Aku membalas SMS itu dan menanyakan siapa yang ada disana. Dan ternyata nomer itu membalas bahwa dia adalah seseorang yang tadi telah dipermalukan di depan kelas saat pelajaran B. Inggris. Aku sempat berfikir siapa gerangan yang ada di seberang sana. Apakah itu adhi, yach benar aku yakin bahwa yang SMS adalah adhi. Setelah aku bertanya padanya ternyata benar dia adalah adhi. Senang sekali hatiku mendapatkan SMS dari dia. Tidak terasa malam semakin larut, lalu aku pun pergi tidur. Hari ini aku senang sekali, semoga besok lebih menyenangkan lagi. Nice dream……^_^
Di sekolah aku bertemu dengannya, ya iyalah secara satu kelas gitu. Hehehe.. seperti biasa, dia melihat ke arahku dengan senyumnya yang begitu menawan. Aku juga memberikan senyuman termanisku. Saat istirahat, aku dan temanku pergi ke perpustakaan untuk melihat daftar buku yang akan ku beli. Selesai mencatat daftar buku, aku langsung kembali ke kelas. Setibanya di kelas dia langsung bertanya padaku buku apa saja yang sudah datang dan akupun mencatatkan daftar buku  itu untuknya. . .

Waktu pulang pun telah tiba, tidak sengaja aku melihat adhi dan mila teman sekelasku. Mereka sangat akrab sekali, sampai-sampai helm milik mila pun dibawakan oleh adhi. Aku berfikir bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih,  karena begitu akrabnya. Terbesit sedikit rasa cemburu di dalam hatiku. Tapi aku tidak begitu saja menyerah. Keesokan harinya aku bertanya pada anzil, apakan benar adhi dan mila adalah sepasang kekasih. Tapi anzil berkata bahwa mereka bukanlah sepasang kekasih. Hanya saja sebatas sahabat, karena saat kelas X dulu adhi dan mila pernah satu kelas dan mereka memang sangat akrab. Hupf. . .!!! Lega hati ini ketika mendengar kata-kata anzil tadi.
Semakin hari dia semakin dekat denganku. Lagi apa? Sudah makan? Sudah mandi? Sudah sholat?. . . . . Itu semua isi SMSnya padaku, perhatian sekali. Pernah suatu ketika saat aku ber-SMSan dengannya, dia meminta izin padaku untuk menelfon ku malam-malam. Aku sangat senang sekali dan aku memperbolehkan dia untuk menelfonku. Dia juga tidak segan-segan untuk mengantarkan aku pulang. Setelah beberapa hari, pernah dia mengalami suatu musibah. Sepulang dari sholat jum’at, dia menabrak seorang anak kecil yang bermain sepeda. Saat ku tanya mengapa sampai bisa seperti itu, dia menjawab bahwa saat mengendarai sepeda itu dia teringat aku. Ya ampun, memangnya sampai segitunya ya. Aku tidak tahu, kata-kata yang di ucapkannya itu tulus dari lubuk hatinya atau hanya bualannya semata. Tidak hanya itu, saat guru TIku memberikan tugas untuk membuat G-mail. Waktu itu I’m very confused, aku tidak tahu siapa yang mau membantuku. Karena aku tidak begitu bisa pelajaran TI. Aku teringat akan dia, tanpa basa-basi aku langsung saja minta bantuan adhi. Eh ternyata dia mau membantuku. . . Aku sangat senang sekali.
Tepatnya tanggal 01 Agustus 2008, aku mengerjakan tugas TIku dengan adhi di warnet (coconet). Aku di jemput olehnya sepulang jum’atan. Saat berada disana kami mengerjakan tugas sambil bercanda gurau. Setelah selesai mengerjakan kami langsung melihat video. Aku tidak tahu bahwa video yang di putar adalah video horror. Saat aku melihat layar computer, aku sangat terkejut sekali karena disana ada pocong yang loncat-loncat. Refleks aku langsung memeluk dia, aku sangat takut sekali. Keringat dingin bercucuran dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dia membalas pelukanku, dan aku baru ingat bahwa aku ada di pelukannya. Aku langsung melepas pelukanku dengan salah tingkah. Ya ampun malu banget rasanya. Tapi aku merasa damai sekali saat aku ada di pelukannya. Andai saja dia adalah kekasihku, mungkin aku akan tenang jika ada di pelukannya. Dia menoleh ke arahku yang sedari tadi menunduk karena malu. Dan dia bertanya padaku apakah aku sangat takut, aku pun menganggukkan kepalaku. Dia tersenyum padaku dan aku membalas senyumnya. Setelah itu dia menatap mataku sangat dalam, aku tidak mengerti. Lama dia menatapku, lalu dia membuka mulutnya. Dia berkata padaku bahwa dia ingin membicarakan sesuatu hal yang serius kepadaku. Aku pun mengangguk tanpa sedikit pun berpaling dari tatapannya. Hatiku sangat berdebar-debar menunggu dia berbicara. Aku sayang kamu dan maukah kamu jadi kekasihku. . itu kata-kata yang dia ucapkan padaku. Aku terkejut dan spontan menganggukkan kepalaku. Ternyata tidak sia-sia aku menyukai dan sayang padanya. Karena dia juga menyayangiku. Aku akan selalu mengingat moment special ini.
Tidak terasa aku telah menjalani hubunganku ini selama satu tahun. Meskipun banyak  cobaan dan rintangan yang selalu kami dapatkan. Tapi aku mencoba untuk sabar dan tegar. Karena dalam sebuah hubungan pasti akan selalu ada pahit dan manisnya. Dia adalah cinta sejatiku meskipun dia bukan pacar pertamaku. Aku menyayanginya, seperti aku menyayangi diriku sendiri. Bila kini dia tidak menyayangiku seperti dulu dan telah menemukan yang baru, aku rela. Aku rela sekali asalkan dia (orang yang ku sayangi) bahagia meskipun tidak denganku dan sedikit membuatku sakit.        

Sunday, October 30, 2011

The Last [Scarce] Butterfly

Mungkin kita tak sadar bahwa kita sudah jarang melihat kupu - kupu berterbangan di lingkungan kita...
Adakah yang merasa begitu? saya yakin tidak..
Sejak munculnya wabah ulat bulu yang sempat menyerang banyak desa, pembasmian ulat gencar dilakukan.
Inilah kesalahan yang sangat fatal, bagaimana tidak semua bibit dan ulat yang akan bermetamorfosis menjadi kupu - kupu yang cantik lenyap tak bersisa.
Padahal, faktanya.. Kepompong yang dihasilkan dari ulat bulu liar akan menghasilkan benang sutra yang amat bagus dan sangat mahal.
Kupu - kupu yang tadinya bisa terbang kesana kemari sekarang sudah jarang terlihat..
Pekarangan pun menjadi sepi oleh serangga cantik ini.
Sekarang siapa yang harus disalahkan?
Kita hanya bisa berharap kupu - kupu tidak kehilangan habitatnya dan bisa memenuhi pekarangan dan kebun kita.


http://www.petercallesen.com/files/gimgs/13_butterflies-trying-to-escape-their-shadow_v2.jpg
http://www.astralbutterflies.com/tag/butterfly-gardening

Saturday, October 29, 2011

just for my mama

Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.



Si ibu bertanya " itu burung apa yg berdiri disana ??"

"Bangau mama" anaknya menjawab dengan sopan.

Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..

"Itu yang warna putih burung apa?"

sdikit kesal anaknya menjawab " ya bangau mama?..."



Kemudian ibunya kembali bertanya

" Lantas itu burung apa ?" Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang...



Dengan nada kesal si anak menjawab "ya bangau mama. kan sama saja!..emanknya mama gak liat dia terbang!"



Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan.."Dulu 26
tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu
sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau
membentak ku 2 kali.."



Si anak terdiam...dan memeluk mamanya.



Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang mama
kepada kita? Sayangilah Mama/Ibu-mu dgn sungguh2 krn sorga berada di
telapak kaki Ibu.



Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu.

Dan teruskan kepada Orang2 yg perlu membaca renungan ini.



*Pernah kita ngomelin Dia ? 'Pernah!':s



*pernah kita cuekin Dia ? 'Pernah!'>:/



*pernah kita mikir apa yg Dia pikirkan?



'nggak!':/



* sebenernya apa yg dia fikirkan ?



'Takut':(



- takut ga bisa liat kita senyum , nangis atau ketawa lagi.



- takut ga bisa ngajar kita lagi



Semua itu karena waktu Dia singkat..



Saat mama/papa menutup mata. Ga akan lg ada yg cerewet.:(



Saat kita nangis manggil2 dia , apa yg dia bales ?



'Dia cuma diam':(



Tapi bayangannya dia tetap di samping kita dan berkata : "anakku
jangan menangis, mama/papa masih di sini. Mama/papa masih sayang
kamu.":(