Ting.
. tung. . ting. . tung. . !!!! bunyi alarmku terdengar keras sekali. Uhui. .
selamat pagie semuanya, akhirnya tiba saatnya aku back to scool. . kangen
pengen ketemu teman-teman nie. Lalu aku bergegas bangun, mandi, ganti baju,
sarapan, and I’m ready. .!!!!!!!
Setibanya
di sekolah aku langsung menuju ke papan pengumuman. Ternyata aku masuk di kelas
XI Ipa 2. Setelah ku baca dengan detail, tertuliskan nama-nama yang tidak asing
ku dengar. Ifa , Tyas, Marshel, Ahmi, Dwi, Vio and Ayu. Yach, mereka adalah
teman-teman ku di saat aku kelas X.2. tidak lupa juga Anzil, dia adalah teman
SDku saat aku berada di wongsorejo.Kami semua memasuki kelas baru, rasanya
asing banget. Hanya sedikit diantaranya yang aku kenal.
Setelah
beberapa hari bersekolah, kira-kira satu minggu, hanya iti-itu saja. Boring deh
rasanya. Setelah proses KBM berjalan seperti biasanya, ada seorang cowok yang
ku anggap beda dari yang lain. Saat aku memandang matanya, ada sepercik kilau
yang baru kali ini aku temukan. Senyumnya dapat membuat hatiku luluh tak
bersisa. Tutur katanya membuat siapa saja yang mendengar merasa nyaman berada
disampingnya. Begitu banyak getaran-getaran yang ku rasakan saat bertemu
dengannya. Oh my god. . ! ! aku ingin sekali mengenalnya. Bertegur sapa
dengannya, bercanda gurau. Inikah yang dinamakan cinta. Hahaha. . . aku tidak
tahu apa yang kini aku rasakan.
Hari
demi hari ku lewati dengan kelas baruku ini. Aku kini telah mengerti siapa
namanya. Adhi yach sebuah nama yang mungkin akan selamanya ku ingat. Aku
mengetahui bagaimana karakternya dari
seorang teman yang pernah menjadi teman sekelasnya yaitu Anzil. Aku
menceritakan isi hatiku padanya, bahwa aku menyukai Adhi temannya itu. Anzil
berkata padaku bahwa aku harus berhati-hati dengan cowok yang bernama adhi itu.
Dia adalah cowok yang hobinya dekat dengan semua cewek. And dia dikenal sebagai
buaya darat. Aku hanya mengiyakan kata-kata temanku itu. Jujur, aku pengen banget
kenal lebih jauh tentang dia.
Pada
suatu ketika, aku gak ngerti tepatnya kapan. Si cowok itu minta no.ponselku. Ya
ampun betapa senangnya hatiku, aku langsung memberikan no.ponselku itu. Hehe. .
. dia tersenyum padaku.
Semakin
lama aku semakin rindu padanya, dimana saja aku selalu ingat padanya. Di sekolah
pun aku selalu mencuri-curi waktu untuk sekedar melihatnya. Pernah pada saat
pelajaran B. Inggris, aku sengaja tidak mendengarkan guru yang mengajar karena
saat itu aku sedang asyik melihat ke arahnya. Dan pada saat itu juga dia
melihat ke arahku, tak lupa juga dia melempar senyumnya. Aku pun membalas
senyum itu. Betapa senangnya hatiku saat dia tersenyum padaku. Setelah itu
pelajaran berlangsung seperti biasanya. Oleh guru B. Inggris ku adhi disuruh ke
depan kelas untuk melafalkan alphabet dalam B. Inggris dengan menggunakan nada
yang seperti diajarkan di sekolah dasar dulu. Hehehe. . lucu sekali. Dia juga
di temani oleh seorang teman perempuan bernama Ayu. Teet. . teeet. . . ! ! !
Bunyi bel pertanda pulang telah terdengar. Semua siswa berhamburan ingin
cepat-cepat sampai di rumah, begitu juga dengan aku. Aku bergegas dengan cepat,
karena perut ku sangat lapar.
Di
rumah aku pun melaksanakan aktivitas selayaknya. Malam hari aku mendapatkan
sebuah Short Message Service (SMS) dari nomer yang tidak ku kenal. Aku membalas
SMS itu dan menanyakan siapa yang ada disana. Dan ternyata nomer itu membalas
bahwa dia adalah seseorang yang tadi telah dipermalukan di depan kelas saat
pelajaran B. Inggris. Aku sempat berfikir siapa gerangan yang ada di seberang
sana. Apakah itu adhi, yach benar aku yakin bahwa yang SMS adalah adhi. Setelah
aku bertanya padanya ternyata benar dia adalah adhi. Senang sekali hatiku
mendapatkan SMS dari dia. Tidak terasa malam semakin larut, lalu aku pun pergi
tidur. Hari ini aku senang sekali, semoga besok lebih menyenangkan lagi. Nice
dream……^_^
Di
sekolah aku bertemu dengannya, ya iyalah secara satu kelas gitu. Hehehe..
seperti biasa, dia melihat ke arahku dengan senyumnya yang begitu menawan. Aku
juga memberikan senyuman termanisku. Saat istirahat, aku dan temanku pergi ke
perpustakaan untuk melihat daftar buku yang akan ku beli. Selesai mencatat
daftar buku, aku langsung kembali ke kelas. Setibanya di kelas dia langsung
bertanya padaku buku apa saja yang sudah datang dan akupun mencatatkan daftar
buku itu untuknya. . .
Waktu
pulang pun telah tiba, tidak sengaja aku melihat adhi dan mila teman sekelasku.
Mereka sangat akrab sekali, sampai-sampai helm milik mila pun dibawakan oleh
adhi. Aku berfikir bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih, karena begitu akrabnya. Terbesit sedikit rasa
cemburu di dalam hatiku. Tapi aku tidak begitu saja menyerah. Keesokan harinya
aku bertanya pada anzil, apakan benar adhi dan mila adalah sepasang kekasih.
Tapi anzil berkata bahwa mereka bukanlah sepasang kekasih. Hanya saja sebatas
sahabat, karena saat kelas X dulu adhi dan mila pernah satu kelas dan mereka
memang sangat akrab. Hupf. . .!!! Lega hati ini ketika mendengar kata-kata
anzil tadi.
Semakin
hari dia semakin dekat denganku. Lagi apa? Sudah makan? Sudah mandi? Sudah
sholat?. . . . . Itu semua isi SMSnya padaku, perhatian sekali. Pernah suatu
ketika saat aku ber-SMSan dengannya, dia meminta izin padaku untuk menelfon ku
malam-malam. Aku sangat senang sekali dan aku memperbolehkan dia untuk
menelfonku. Dia juga tidak segan-segan untuk mengantarkan aku pulang. Setelah
beberapa hari, pernah dia mengalami suatu musibah. Sepulang dari sholat jum’at,
dia menabrak seorang anak kecil yang bermain sepeda. Saat ku tanya mengapa
sampai bisa seperti itu, dia menjawab bahwa saat mengendarai sepeda itu dia teringat
aku. Ya ampun, memangnya sampai segitunya ya. Aku tidak tahu, kata-kata yang di
ucapkannya itu tulus dari lubuk hatinya atau hanya bualannya semata. Tidak
hanya itu, saat guru TIku memberikan tugas untuk membuat G-mail. Waktu itu I’m
very confused, aku tidak tahu siapa yang mau membantuku. Karena aku tidak
begitu bisa pelajaran TI. Aku teringat akan dia, tanpa basa-basi aku langsung
saja minta bantuan adhi. Eh ternyata dia mau membantuku. . . Aku sangat senang
sekali.
Tepatnya
tanggal 01 Agustus 2008, aku mengerjakan tugas TIku dengan adhi di warnet (coconet).
Aku di jemput olehnya sepulang jum’atan. Saat berada disana kami mengerjakan
tugas sambil bercanda gurau. Setelah selesai mengerjakan kami langsung melihat
video. Aku tidak tahu bahwa video yang di putar adalah video horror. Saat aku
melihat layar computer, aku sangat terkejut sekali karena disana ada pocong
yang loncat-loncat. Refleks aku langsung memeluk dia, aku sangat takut sekali.
Keringat dingin bercucuran dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dia membalas
pelukanku, dan aku baru ingat bahwa aku ada di pelukannya. Aku langsung melepas
pelukanku dengan salah tingkah. Ya ampun malu banget rasanya. Tapi aku merasa damai
sekali saat aku ada di pelukannya. Andai saja dia adalah kekasihku, mungkin aku
akan tenang jika ada di pelukannya. Dia menoleh ke arahku yang sedari tadi
menunduk karena malu. Dan dia bertanya padaku apakah aku sangat takut, aku pun
menganggukkan kepalaku. Dia tersenyum padaku dan aku membalas senyumnya. Setelah
itu dia menatap mataku sangat dalam, aku tidak mengerti. Lama dia menatapku,
lalu dia membuka mulutnya. Dia berkata padaku bahwa dia ingin membicarakan sesuatu
hal yang serius kepadaku. Aku pun mengangguk tanpa sedikit pun berpaling dari
tatapannya. Hatiku sangat berdebar-debar menunggu dia berbicara. Aku sayang
kamu dan maukah kamu jadi kekasihku. . itu kata-kata yang dia ucapkan padaku.
Aku terkejut dan spontan menganggukkan kepalaku. Ternyata tidak sia-sia aku
menyukai dan sayang padanya. Karena dia juga menyayangiku. Aku akan selalu
mengingat moment special ini.
Tidak
terasa aku telah menjalani hubunganku ini selama satu tahun. Meskipun banyak cobaan dan rintangan yang selalu kami
dapatkan. Tapi aku mencoba untuk sabar dan tegar. Karena dalam sebuah hubungan
pasti akan selalu ada pahit dan manisnya. Dia adalah cinta sejatiku meskipun
dia bukan pacar pertamaku. Aku menyayanginya, seperti aku menyayangi diriku
sendiri. Bila kini dia tidak menyayangiku seperti dulu dan telah menemukan yang
baru, aku rela. Aku rela sekali asalkan dia (orang yang ku sayangi) bahagia
meskipun tidak denganku dan sedikit membuatku sakit.