Jika kau menciumnya, kau bukan gentleman
Jika kau tidak menciumnya, kau bukan lelaki
Jika kau memujinya, ia akan mengira kau ngegombal
Jika kau tidak memujinya, kau adalah lelaki tak berguna
Jika kau setuju semua keinginannya, dia akan ngelonjak
Jika kau tidak setuju, kau tidak pengertian
Jika kau bercinta dengannya, kau dicurigai “sudah ahli”
Jika kau tidak bercinta dengannya, kau bukan lelaki
Jika kau kunjungi dia sering-sering, dia pikir kau membosankan
Jika tidak kau kunjungi sering-sering, dia menuduhmu main sama orang lain
Jika kau berpakaian rapi, dia bilang kau menarik perhatian wanita lain
Jika kau tidak berpakaian rapi, dia bilang kau berantakan
Jika kau cemburu, dia bilang kau jahat
Jika kau tidak cemburu, dia bilang kau tidak cinta padanya
Jika kau ingin bercinta, dia kata kau tidak menghormatinya
Jika kau tidak ingin bercinta, dia pikir kau tidak suka padanya
Jika kau telat satu menit, dia akan marah-marah
Jika dia telat satu jam, dia bilang itu memang seharusnya seorang wanita
Jika kau mengunjungi wanita lain, dia akan menuduh kau punya wanita lain
Jika dia dikunjungi lelaki lain, “Oh! Sudah biasa, kami wanita!”
Jika kau menciumnya sebentar, dia tuduh kau orangnya dingin
Jika kau menciumnya lama, dia teriak bahwa kau kurang ajar
Jika kau gagal membantu dia menyeberang jalan, kau kurang etika
Jika kau berhasil membantunya menyeberang jalan, dia anggap itu taktik lelaki
Jika kau menatap wanita lain, dia tuduh kau buaya
Jika dia ditatap lelaki lain, dia berkata bahwa mereka mengaguminya
Jika kau membiayai hidupnya, dia pikir kau meremehkannya
Jika kau tidak membiayai hidupnya, dia pikir kau peli
Jika kau bercinta dengan wanita lain, dia minta putus
Jika dia bercinta dengan lelaki lain, “Bukan salahku! Dia yang memaksa!
Jika kau berhasrat bercinta dengannya, dia anggap hanya itu yang kau inginkan
Jika kau tidak berhasrat bercinta dengannya, dia anggap kau jual mahal
Jika kau bicara, dia ingin kau sendiri mendengar yang kau bicarakan
Jika kau mendengar, dia ingin kau yang bicara
Jika saat bercinta dia diam saja,dia minta dicumbu
Jika saat bercinta kau diam saja, dia juga diam saja
Jika dia menangis, kau salah telah membuatnya menangis
Jika kau menangis, dia pergi darimu karena kau bukan lelaki sejati
Friday, November 11, 2011
Wednesday, November 9, 2011
Doa Yang Diijabah..
- DI BALIK DOA DOA YANG TIDAK DI KABULKAN ALLAH-
o0o--------------------------- -- o0o ---------------------------o0o
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya
sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu
masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum.
Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum
terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak
istimewa. Sholat masih bolong-bolong.
Kelakuannya juga sering
nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang
dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia
pun dateng ke seorang ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang sedang
dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan
temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan.
Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda
lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen
musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana? Orang sholeh tadi
menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin
dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula.
Kalau pengamennya
yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang
kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin
dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh
nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi
saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz.
Pak ustadz
pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh,
datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan
Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah,
ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu
biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet
dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang
kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu
minta.
Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia
deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini.
Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak
nambah lagi.
Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang
kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada
akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak
bakal ngerasa kurang kita di situ.
Tersadarlah orang tadi. Ia pun
beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah
betul-betul amat menyayanginya.
ambil Hikmah dari cerita ini , Semoga Bermanfaat
Salam Ukhuwah Fillah
By - BR
Monday, November 7, 2011
Thursday, November 3, 2011
Just have fun!
Membuat suatu kenangan yang mungkin akan terus menempel sampai akhir hayatnya..
Semua yang dilakukan hanya untuk menambah keeratan persaudaraan...
Maju terus PTE Off A.
Wednesday, November 2, 2011
Tuesday, November 1, 2011
i hope like that
Malam menyibakkan gelapnya
Bintang bintang mulai meredup
Sang bulanpun seakan sembunyi
Sepertinya tak menghiraukanku
Hari demi hari ......
Kulalui dengan pasrah
Semuanya yang terjadi padaku
Terasa semakin menyakitkan
Tak ada sekalipun
Kebahagiaan datang padaku
Selalu saja kesedihan ini
Terus mengusikku
Oh Tuhan ......
Akankah ini terus berlalu
Kuingin ini berhenti
Kuingin selalu bahagia
Di sisinya .......
Bintang bintang mulai meredup
Sang bulanpun seakan sembunyi
Sepertinya tak menghiraukanku
Hari demi hari ......
Kulalui dengan pasrah
Semuanya yang terjadi padaku
Terasa semakin menyakitkan
Tak ada sekalipun
Kebahagiaan datang padaku
Selalu saja kesedihan ini
Terus mengusikku
Oh Tuhan ......
Akankah ini terus berlalu
Kuingin ini berhenti
Kuingin selalu bahagia
Di sisinya .......
Subscribe to:
Comments (Atom)






